Small Note on the Office


Dulu saya mungkin mengeluh, betapa sulitnya meneruskan hobby menulis. Padahal jika dilihat lagi, waktu saya saat itu banyak. Baik saat masih kuliah, atau pada saat menganggur. Kadang waktu itu lebih banyak saya habiskan untuk tidur dan berkutat di depan TV. Sungguh sia-sia.

Kali ini justru disaat tersibuk, saya mampu menemukan celah untuk sekedar mengetik uneg-uneg yang entah nantinya akan melebar kemana. Bahkan saya sempat berhenti sejenak untuk kembali melihat berbagai tulisan, blog, maupun situs- situs dimana saya sering berkontribusi. Ironisnya, sebagian besar gagal saya akses karena lupa dengan password ataupun username. Konyol memang, apalagi mengingat umur yang masih muda. Tapi apa mau dikata, prioritas saya sudah beda.

Saya juga mulai menyadari kalau saat ini blog saya mulai terkesan serius. Jauh berbeda dengan konsep saya dulu yang suka melucu-lucukan hal yang tidak perlu dibuat lucu. Atau drama yang saya buat dengan gaya tulisan melankolis. Sudah cukup. Anggap saja saat itu adalah masa pencarian diri. Saya bahkan sudah lupa konsep dan tujuan saya membuat blog ini.

Tapi suatu saat, keinginan menulis pasti muncul. Dan tidak ada tempat lain untuk menumpahkannya selain di dunia maya. Karna fungsi kertas sudah tampak obsolete, dan catatan harian tidak lagi umum.

Dan yang selalu saya sadari adalah, ketidakmampuan saya untuk mencari kata penutup dalam setiap tulisan, nampak tidak berubah.

Adios.

Comments

Popular posts from this blog

Bandung:The Culinary Menu

Fix It, Not Throw It Away