Remake and How It Affect Us


Notice the image above? Untuk para gamers, terutama sekali para pecinta RPG classic, figur diatas merupakan sebuah figur iconic yang sempat singgah di hati gamer di tahun 90an.
Blonde hair, shoulder pad, Buster sword, ya...gak salah lagi, itu adalah sosok Cloud Strife. Image ini diambil dari trailer Final Fantasy 7 Remake yang ditampilkan di E3 2015 kemarin yang dilangsungkan di Los Angeles. Kali ini bukan troll seperti kejadian beberapa waktu yang lalu dimana SE menampilkan cinematic FF7 hanya untuk mempromosikan versi port FF7 di PC. This one is very real dan "on development". Yep, hening sejenak dan dengarkan sorakan gembira gamers di seluruh dunia.

Saya gak akan bahas panjang lebar soal ini karna memang info yang diberikan masih sedikit sekali dan semua bisa diakses melalui google. Yang pasti remake ini sedang dalam pengembangan, dan akan butuh waktu lama sebelum kita bisa memaikannya.

Remake, ini yang mulai perlahan muncul di otak saya saat menonton trailer ini. Kata ini sudah menjadi sebuah hal yang umum bila kita sandingkan dengan dunia perfilman. Sudah banyak film sukses yang diremake, direboot, atau dibuat spin-off, semua ini sangat lumrah terjadi. tapi dalam dunia games, hal ini justru sangat sulit ditemukan.

Remake dalam dunia game biasanya justru identik dengan porting, yaitu membuat game lama menjadi bisa dimainkan di konsol terbaru dengan tambahan fitur dan perubahan grafik yang bisa dikatakan minim. FF7 ini bisa dikatakan membawa angin segar, dimana diharapkan remake tersebut akan setia dengan game aslinya, hanya saja semua dirombak dan disesuaikan dengan kemampuan next gen system.

Bagi sebagian orang mungkin remake merupakan pertanda bahwa developer mulai kehabisan ide dan fokus menjadi "money-oriented". Untuk opini pribadi saya sendiri, tidak masalah. Remake merupakan satu jalan untuk memainkan game lama yang mungkin sudah kita rindukan tapi terlalu malas untuk mengulang. Ini bisa disebakan karna bosan, tidak adanya fitur baru, atau perubahan cara bermain yang lebih modern. Bahkan mungkin sebagian gamer sudah tidak memiliki lagi konsol lama mereka.

Remake bagi saya benar-benar membuka mata bagi sebagian developer untuk mengulang kembali judul-judul mereka yang sudah sukses sebelumnya. Nostalgia bagi gamer lama, dan dengan adanya perubahan grafik serta fitur, bisa membawa gamers baru untuk bisa ikut menikmati.

Bayangkan jika FF7 remake ini sukses dan diterima oleh gamer, maka pastinya akan ada game remake lain yang siap dipublikasikan. Saya sendiri berharap bisa memainkan remake untuk game-game legendaris seperti Chrono Cross, Dragon Quest, Legend of Dragoon, dan lainnya.

Yep, this is my first on the wishlist

Mungkin tidak saat ini, bahkan mungkin tidak dalam waktu dekat. tapi dengan kemampuan teknologi yang terus berkembang, kita sebagai gamers tidak akan puas hanya dengan memainkan versi port game-game kesayangan kita. Old doesn't mean it can't get better...

Comments

Popular posts from this blog

Bandung:The Culinary Menu

Small Note on the Office

Fix It, Not Throw It Away