Masa Depan Tidak Hanya Memandang hari Tua

"Menabunglah untuk hari tua"
Sudah cukup lama saya ingin menuliskan opini saya tentang ini, tapi selalu tertunda. Kebetulan hari ini saya mendengar salah satu pegawai saya mengucapkan kalimat tersebut dan saya segera menulis draft blog ini.

Beberapa kali saya mendengar variasi kalimat diatas dari beberapa teman saya dan keluarga. Kebanyakan ini datang dari celetukan mereka saat sedang ngobrol soal keinginan saya untuk traveling, mencari pengalaman, dan kebiasaan saya untuk mencari hiburan.

"Kerja keras sekarang, nabung yang banyak, biar nanti pas tua hidupnya enak".
Sure, gak salah sebenarnya kalimat seperti itu. tapi saya tidak habis pikir dengan orang-orang yang berpegang pada prinsip tersebut, lalu menghabiskan waktunya untuk kerja...kerja...dan kerja. Fokus mereka adalah di masa tua nanti mereka akan punya cukup uang untuk hidup enak.

Buat saya, ini salah. Hidup dan pengalaman itu semuanya justru didapat saat kita masih muda. saat fisik kita masih kuat, saat waktu kita masih banyak, dan saat otak kita masih "berfungsi". Hari tua adalah dimana kita sibuk membesarkan keluarga, disaat kita rentan dengan segala penyakit, saat kita punya banyak pantangan. Kerja keras kita tidak akan semerta-merta terbayarkan saat kita tua nanti.

Ini argumen saya terhadap beberapa pernyataan yang pernah dilontarkan:

"Gak usah traveling, cuman ngabisin uang. Kalo nanti punya uang banyak, kamu juga bisa liburan sama keluarga"
Traveling tidak melulu soal senang-senang, tapi juga soal pengalaman. Ketemu orang dan belajar tentang kultur lain. Traveling saat masih muda, berarti kita punya banyak kebebasan untuk mencoba hal baru, untuk eksplorasi, tanpa ikatan dan kewajiban. Sementara traveling bersama keluarga akan berujung pada banyaknya keterbatasan.

"Gak usahlah nonton/nongkrong/party. Gak bermanfaat dan mahal"
Gak semua orang hobby nonton, tapi itu salah satu bentuk rekreasi. Rekreasi itu kewajiban, karna manusia yang tidak pernah meluangkan waktu untuk menghibur diri adalah manusia yang akan bergumul dengan stress. Stress yang mengakibatkan kinerja dan kondisi emosional kita menurun kualitasnya. Nongkrong atau party itu bila positif, akan memberikan kesempatan kita untuk bersosialisasi, bertemu orang baru, menambah teman dan menjaga hubungan yang sudah terjalin. hal yang akan sulit dilakukan saat kita bertambah tua.

"Hobby itu cuma menghambur-hamburkan uang"
Hobby tidak melulu mengeluarkan uang. Membuat kerajinan dari barang bekas pun sudah termasuk hobby. Dan kalaupun punya hobby yang membutuhkan uang, tidak masalah. Selama uang yang dikeluarkan tidak melebihi kemampuan finansial. hobby itu membantu mengalihkan perhatian kita dari kesibukan kerja, membantu otak kita untuk rileks, dan kadang justru bila dimanfaatkan, bisa menambah penghasilan.

"Gak apa-apa gak senang-senang sekarang, biar pas tua nanti aja senang-senangnya"
Wrong! Manusia punya keterbatasan fisik, dan itu semua akan dialami. suka atau tidak, kaya atau tidak, sehat atau tidak. Orang tua punya banyak pantangan soal makanan. saraf motorik dan inderanya akan menurun, begitu juga kemampuan komunikasinya. Tentu saja, kebahagiaan saat melihat keluarga dapat hidup enak dan tenang adalah sebuah kepuasan. Tapi tidak menjadi alasan untuk kehilangan kebahagiaan di masa muda.

Life is not all about money, even if we admit money is important.

Comments

Popular posts from this blog

Bandung:The Culinary Menu

Small Note on the Office

Fix It, Not Throw It Away